Faizal “Bob” Budiman Membuat Passar Ramai
Berawal dari The Hallway Space yang ramai, Bob menciptakan Passar Ramai, IP pasar kreatif yang menyatukan brand lokal, workshop, dan musik.
Berawal dari The Hallway Space yang ramai, Bob menciptakan Passar Ramai, IP pasar kreatif yang menyatukan brand lokal, workshop, dan musik.

Pada tahun 2022, The Hallway Space menjadi lebih hidup dari biasanya. Setiap sudut penuh dengan aktivitas—komunitas berkumpul, penjual menawarkan dagangan mereka, dan pembeli datang silih berganti. Suasana ini begitu dinamis, mengingatkan pada pasar tradisional yang selalu menjadi jantung kehidupan kota.
Dari hiruk-pikuk inilah muncul Bob menemukan ide: bagaimana jika semua ini dikemas menjadi sesuatu yang lebih besar? Kemudian Passar Ramai pun lahir. Bukan sekadar acara, melainkan identitas yang ingin membangun kembali semangat pasar sebagai tempat bertemu dan berinteraksi.
Nama "Passar Ramai" pun diberikan sentuhan unik dengan penambahan huruf "S" ganda, bukan hanya untuk estetika, tetapi juga untuk menegaskan bahwa ini bukan sekadar pasar biasa—ini adalah sebuah Intellectual Property (IP) yang akan menjadi identitas The Hallway Space.
"Kami ingin menjadikan The Hallway Space sebagai pusat aktivitas di pasar yang sesungguhnya. Passar Ramai adalah cara untuk menghidupkan kembali ruang ini," ujar Bob.
Tahun 2022 menjadi momentum pertama. Konsepnya sederhana namun penuh warna: brand lokal, workshop, dan musik dipadukan dalam satu ruang yang menggeliat sepanjang Ramadan. Passar Ramai menghubungkan tenant yang sudah memiliki toko dengan mereka yang baru mencoba berjualan untuk pertama kalinya. Semua mendapatkan kesempatan yang sama untuk merasakan atmosfer unik The Hallway Space.
Sejak awal, kurasi tenant menjadi aspek penting. Tenant yang bergabung dengan Passar Ramai dipilih dengan cermat, memastikan bahwa mereka tidak hanya sekadar berjualan, tetapi juga membawa cerita dan nilai ke dalam komunitas yang sedang tumbuh ini. Hasilnya, event ini menjadi lebih dari sekadar pasar—ini adalah perayaan kreativitas dan kebersamaan.
Namun, pada tahun 2023, kejenuhan mulai terasa. Konsep yang sama tidak lagi memicu antusiasme seperti sebelumnya. Perlu ada sesuatu yang segar, sesuatu yang bisa membangkitkan kembali gairah para tenant dan pengunjung. Dari sini, Passar Ramai berkolaborasi dengan Store Take Over (STO), sebuah konsep baru di mana tenant bisa berjualan tanpa harus repot mengurus operasionalnya sendiri.
"Tahun 2023, kami merasa ada titik jenuh. Kami butuh sesuatu yang lebih fresh supaya nggak gitu-gitu aja," kata Bob.
Di sisi lain, Ragam Bersua membawa potensi unik di dunia thrifting. Melihat peluang ini, Passar Ramai memutuskan untuk berkolaborasi. Dua konsep ini pun bersatu, menciptakan pengalaman belanja yang lebih kaya dan lebih menarik. Hasilnya? Pengunjung semakin banyak, tenant semakin beragam, dan yang paling penting, omzet terus meningkat.
"Tapi Passar Ramai itu bukan cuma soal omzet atau jumlah tenant, tapi soal bagaimana kita bisa mengembalikan esensi pasar sebagai sumber kehidupan," jelas Bob.
Pada akhirnya, Passar Ramai terus berusaha membuka kemungkinan baru bagi pengunjung dan tenant, dengan visi mengembalikan pasar kepada esensi utamanya. Sementara itu, untuk Ramadan 2025, Passar Rayya akan menjadi tema Passar Ramai, dengan jumlah tenant yang lebih banyak dan peluang lebih luas bagi para pelaku usaha.