Pameran Intentions Buktikan Bandung Timur Gak Cuma Bronx, Kemacetan, dan Gersang

Pameran Intentions buktikan Bandung Timur (Batim) gak cuman soal Bronx, macet, dan cuaca yang panas. 11 perupa memamerkan karyanya di Tebar Raya Creative Hub, Arcamanik, Kota Bandung, Jumat (21/8).

Pameran yang digelar dari 21 Agustus hingga 23 September ini merupakan pameran perdana yang dikelola oleh Tebar Raya Creative Hub, yakni sebuah hub yang digagas oleh Roni dari Artventour dan Ryan, seorang seniman fotografi asal Arcamanik.

Dengan tema Intentions, pameran ini mengingatkan lagi pada kita bahwa seni adalah kerja kepengrajinan yang berkaitan dengan pertemuan intens antara subjek (perupa) dan objek (gagasan).

“Ini menjadi suatu langkah awal, niat awal di pameran perdana di Tebar Raya, karena kenapa harus menciptakan pameran ini. Alhamdulillah kita dapat 11 seniman, terus kita bisa memamerkan dalam waktu yang mepet, tapi menurut saya ada apresiasi lebih dari ruang ini,” jelas Roni saat diwawancarai CC Media, Jumat (21/8).

Pameran yang direncanakan dalam waktu dua minggu, lanjut Roni, disambut antusiasme para seniman yang tinggal di Bandung Timur, salah satunya Binatang Approach A.K.A Dally Anbar.

Dally memamerkan satu karya bertajuk “Semoga Lelahmu Menjadi Yee-Haw”, yaitu lukisan bermedia akrilik di atas kanvas yang merepresentasikan orang-orang Batim saat jam berangkat dan pulang kerja.

"Pameran kali ini menjadi tantangan sekaligus penemuan baru bagi saya. Walaupun sering melewati Bandung Timur, saya baru menyadari betapa banyaknya studio seniman keren dan aktif di kawasan ini, termasuk studio milik sang maestro, Jeihan Sukmantoro,” tutur Roni.

Melirik Bandung Timur

Pembicaraan seni di Bandung tak pernah lepas dari daerah utara. Di sana berdiri beberapa galeri dari seniman yang namanya sudah mentereng di dunia seni rupa. Galeri-galeri di sana hadir dengan narasi-narasinya yang khas, seperti Lawangwangi dengan narasi seni kontemporernya dan Selasar Sunaryo yang dikenal dengan perannya merespons isu sosial atau kultural melalui pameran seni.

Kehadiran Tebar Raya Creative Hub memberikan harapan baru pada geliat seni rupa di kawasan Batim. Karena bagi Roni, Bandung Timur menyimpan potensi yang luar biasa.

“Jika kawasan Bandung Utara sudah lekat dengan ekosistem seni seperti Selasar Sunaryo, Orbital, dan Lawangwangi, saya yakin suatu saat nanti Bandung Timur bisa berkembang menjadi kawasan seni mandiri yang tak kalah kuat,” ungkapnya.

Tebar Raya Creative Hub Menangkap Intensitas

Pameran Intentions menampilkan karya dari sebelas seniman yang berbicara tentang intensitas dalam berkarya. Ismet Zainal Effendi, kurator dari pameran tersebut mengatakan bahwa karya yang masuk dalam pameran ini merupakan bukti dari intensitas antara pekarya dengan objek yang coba direpresentasikannya.

“Saya rasa ada sebuah ketekunan yang dirawat ketika menciptakan sesuatu. Termasuk juga pameran perdana di Tebar Raya Creative Hub yang bagi saya merupakan bagian untuk merawat intensitas tersebut,” pungkasnya.

Mencari Topik

Icon

0%

Mencari Topik

Icon

0%